Bayangan Senja

di balutan siluet jingga ku menanti wanita pertiwi kembali dan mulia
dahagaku berkecamuk dalam – dalam dengan getir
menyaksikan ia tak kunjung datang berlangsir

habiskan gelap dan hilang dan mati
dipangkuannya serasa keagungan abadi di hati
bagai dongeng mengidungkan sepi
lalu mati…

kuingat, saat – saat rambut wanita pertiwi digunduli dan jadilah hutan – hutan yang menjadi taman..
pusat pariwisata yang menggiurkan, namun menjijikkan, pertiwi tereksploitasi oleh serakah syetan
yang tak pernah menghargai tuhan sebagai pemilik tunggal akan segalanya..
menghasut tarzan – tarzan untuk untuk melestarikan keindahannya dan menjualnya kepada tuan pengusaha…

memang….
mataku adalah pembohong terbesar….
hidungku merunduk bagai babi…
lidahku penghasut sana sini….
telingku tak menghiraukan jeritan….
tanganku pencuri……
kakiku penjegal…
badanku busuk berbau……..

tapi ku masih punya kejujuran tertinggi nurani hati
yang membalut setiap kelumit beracun pada diri

membentuk kalimantang yang indah
walau tak terlihat lagi sebuah senja yang kunanti barlama – lama
namun aka dipaksa berjiwa besar, menguatkan sukma untuk dapat merasakan dilema

pertiwiku hilang
tertutup bayangan senja

1 Komentar

  1. ao always………………
    kembangkan trus dahhh
    blognya bagus
    heheheheheh


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s