Jemek Supardi Pimpin Pawai Seni FKY

Jemek Supardi, legenda pantomime Yogyakarta, akan menjadi Panglima Seni dan bertindak sebagai pemimpin Pawai Pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta XX 2008 akan berbaris dari area parkir Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju ke Benteng Vredeburg. Acara pawai pembukaan yang diberi tajuk Jogja Tumplek Bleg ini akan dilangsungkan pada 7 Juni 2008 dimulai pukul 14.00 WIB untuk kemudian dilanjutkan upacara pembukaan FKY XX 2008 di halaman benteng pada jam 16.00 WIB. Kali ini FKY akan dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Di belakang panglima seni akan berbaris Pasukan Dalmas Poltabes Yogyakarta yang ikut sebagai peserta pawai, diikuti Marching Band dari Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta yang akan memainkan lagu-lagu daerah sepanjang menyusuri Jalan Malioboro dan Ahmad Yani tersebut. Gugus Pramuka SMP Kanisius Wates juga akan terlibat sebagai peserta pawai, di samping Marching Band dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Kemampuan baris-berbaris, warna-warni uniform, koreografi gerak barisan akan menjadi tontonan tersendiri dari barisan-barisan ini.
Di belakang barisan terlatih tersebut pawai akan disemarakkan oleh warna-warni kostum dan gerak dari komunitas waria. Sedangkan sembilan kampung yang mengikuti program Babad Kampung akan menjadi ekor dari Pawai Pembukaan FKY XX 2008 ini. Sebagai sebuah pertunjukan yang berjalan dan menghiasi sepanjang Malioboro dan Jalan Jenderal Ahmad Yani, para peserta akan melakukan atraksi pada setiap perhentian yang sudah diatur.
Dalam pawai pembukaan ini, tema FKY XX 2008 The Past is New, dimunculkan dalam keberagaman kelompok yang disertakan. Ini menandai bahwa Yogyakarta yang didirikan pada sekitar lebih dari 300 tahun lalu oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I sesungguhnya adalah sebuah tempat yang telah plural. Ada kompleks benteng militer yang dihuni pasukan Belanda, orang-orang Bugis yang menjadi bagian dari pasukan kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat dan tinggal di daerah yang kini dikenal dengan sebutan Bugisan, dan juga masyarakat lama yang telah lebih dulu menghuni di bekas Kerajaan Mataram Islam yang pertama di Kotagede, juga datangnya orang-orang urban yang kemudian juga meramaikan kota kerajaan ini.
Sembilan kontingen dari kampung-kampung telah menyiapkan berbagai atraksi yang diambil dari tradisi masa lalu mereka. Parade dolanan anak yang akan dipertontonkan oleh Kampung Minggiran, akan dihiasi dengan busana permainan anak-anak yang dibuat dari anyaman daun-daunan kering yang pernah akrab di dunia permainan anak pada tahun ‘70an. Dalam berbaris ini mereka juga akan menyanyikan lagu anak-anak jaman lama. Setelah diinventarisasi ada sekita 60 lagu anak yang masih dikenali di Minggiran. Selain itu barisan kampung Minggiran ini akan mempertontonkan permainan jaranan yang dibikin dari pelepah pisang dengan alat bunyi yang dibikin seperti senar terbuat dari gedebok pisang. Juga akan dipersaksikan oleh kampung Minggiran ini wayang telo sebagai sebuah permainan yang dicipta dari bahan-bahan yang hidup di alam sekitar. Sebagai alas kaki dalam berbaris, tak ketinggalan sandal debog juga akan dibikin oleh barisan pawai Minggiran.
Mainan anak yang berupa boneka dua dimensi yang menyerupai wayang dipersiapkan rombongan Kotagede. Boneka berujud monyet yang dikenal sebagai Angkrek ini akan dibuat dalam ukuran besar dan dalam jumlah yang banyak. Boneka ini dipermainkan dengan seutas tali untuk menggerakannya dengan cara ditarik-tarik. Sepanjang perjalanan pawai boneka ini akan dimainkan dengan iringan musik dari bambu.
Lain dengan Kotagede, lain pula dengan Pajeksan. Kampung yang berada di sisi barat Jalan Malioboro ini akan membariskan para bapak-bapak warga kampungnya untuk mengikuti pawai. Sambil berjalan, para bapak ini akan bergaya memomong bocah dalam gendongannya. Para bapak ini akan bersandiwara dengan bocah-bocah gendongannya. Ada yang akan berakting sedang mendendangkan tembang-tembang bocah. Ada yang berpura-pura sedang menidurkan anak kesayangannya. Mengambil tema “Momong”, kampung Pajeksan akan memberikan atraksi kepada publik.
Dari Kampung Ledhok Tukangan, barisan egrang dan teklek akan berbaris dan menari. Diiringi tetabuhan gamelan, egrang dan teklek ini juga akan diiringi bocah-bocah yang bermain jamuran. Barisan pawai kampung Ledhok Tukangan ini akan mengenakan kostum tradisional Jawa dan menyiapkan beberapa koreografi untuk disajikan. Sebagai lagu pengiring dalam devile, tembang Ilir-Ilir akan dilantunkan oleh barisan kampung Ledhok Tukangan ini.
Selain barisan yang telah disebutkan, masih ada barisan dari kampung Suryawijayan, Samirono, Kricak, Pandean, Mergangsan Kidul. Barisan kampung Suryawijayan akan menampilkan bergada prajurit yang mencirikan kampung Suryawijayan. Kampung Pandean akan menampilkan barisan Ledek Gogig yang pernah menjadi penanda seni jalanan di Yogyakarta. Kesenian jathilan akan disertakan oleh Kampung Kricak sebagai bagian dari barisan kampung. Selain jathilan, akan juga diperlihatkan beberapa identitas warga kampung seperti pedagang jamu, musik rewo-rewo, ledhek gogek, bothoh jago dan kisonya, pemain egrang dari batok dan tali (permainan tempo dulu), dan wong edan.
Keberagaman dan keterlibatan warga masyarakat kampung dalam FKY XX 2008 kali ini akan menjadikan meriahnya fiesta kesenian kota budaya ini, dan untuk lancarnya acara Jalan Maliboro dan Ahmad Yani pada jam 13.00 wibb arus lalu lintas mulai akan dialihkan. (*)

Media Center FKY XX 2008
Imam Muttaqin: 0856 297 1955
Anggit Tut Pinilih: 0817 940 6769
Email: mediacenterfky@yahoo.com

Festival Kesenian Yogyakarta XX 2008
Kompleks Taman Budaya Yogyakarta
Jalan Sriwedani No. 1, Yogyakarta 55121, Indonesia
Tel./Fax. +62 (0)274 587712
E-mail: diskusifky@yahoo.com
Website: http://www.festivalkesenianyogyakarta.com

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s